Serviceeinschränkungen vom 12.-22.02.2026 - weitere Infos auf der UB-Homepage

Treffer: Sistem Informasi Pariwisata Kerinci Smart Tourism Berbasis Web di Kabupaten Kerinci Menggunakan Framework Codeigniter

Title:
Sistem Informasi Pariwisata Kerinci Smart Tourism Berbasis Web di Kabupaten Kerinci Menggunakan Framework Codeigniter
Source:
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business. 4:4229-4239
Publisher Information:
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, 2025.
Publication Year:
2025
Document Type:
Fachzeitschrift Article
ISSN:
2963-914X
2963-9298
DOI:
10.31004/riggs.v4i3.2602
Rights:
CC BY
Accession Number:
edsair.doi...........22dc411e74525c57b16fac1cb7d450f7
Database:
OpenAIRE

Weitere Informationen

Kabupaten Kerinci merupakan salah satu daerah di indonesia yang memiliki destinasi wisata alam dengan potensi besar dan keindahan alam yang memukau, meskipun memiliki kekayaan alam yang besar, pengembangan pariwisata di wilayah ini masih menghadapi berbagai tantangan, yaitu kurangnya informasi dan promosi yang dapat diakses secara mudah oleh wisatawan, minimnya publikasi menyebabkan banyak destinasi wisata yang belum dikenal secara luas oleh wisatawan dari luar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi pariwisata berbasis web pada Kerinci Smart Tourism di Kabupaten Kerinci. Sistem ini dibuat untuk memudahkan wisatawan dalam mengakses informasi destinasi dan memesan paket wisata secara online. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall, yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem dibangun dengan framework CodeIgniter, database MySQL, dan alat bantu pemodelan UML. Hasil Pengujian menggunakan metode blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan tidak ditemukan kesalahan. Selain itu, pengujian juga dilakukan dengan metode User Acceptance Test (UAT) menggunakan skala Likert yang melibatkan pengguna dari kalangan admin dan wisatawan. Hasilnya, sistem memperoleh tingkat kelayakan sebesar 95,2%, yang menunjukkan bahwa sistem ini layak digunakan dan dapat membantu promosi serta penyampaian informasi pariwisata secara efektif.