Treffer: Exploratory Data Analysis Pernikahan di Kabupaten Banjar dengan Pendekatan Machine Learning
2620-8342
Weitere Informationen
Pernikahan adalah ikatan suci antara seorang pria dan wanita yang dilakukan dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT. Tujuan dari pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Laporan Statistik Indonesia mencatat 1,7 juta pernikahan di Indonesia pada tahun 2022, turun 2,1% dari 1,74 juta pernikahan tahun 2021. Ini adalah angka terendah dalam sepuluh tahun terakhir, didorong oleh tren pernikahan yang menurun di Indonesia sejak 2012, yang merupakan angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dataset pernikahan di Kabupaten Banjar dengan fokus pada hubungan antara jumlah pernikahan, pendidikan, dan usia pengantin menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan machine learning. Hasil penelitian menunjukkan korelasi kuat nilai 0,99 hingga 1 antara jumlah pernikahan, usia dan pendidikan pasangan. Kelompok usia 21–30 tahun dan dengan tingkat pendidikan SLTA memiliki tingkat pernikahan tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa Exploratory Data Analysis (EDA) sangat penting untuk memahami pola sosial berdasarkan analisis data statistik.Kata kunci: exploratory data analysis; machine learning; pernikahan; supervised learning; python. Abstract - Marriage is a sacred bond between a man and a woman, undertaken with the intention of worshiping Allah SWT. The purpose of marriage is to build a family that is sakinah (peaceful), mawaddah (full of love), and rahmah (compassionate). According to the Indonesian Statistics Report, there were 1.7 million marriages in Indonesia in 2022, marking a 2.1% decrease from 1.74 million marriages in 2021. This represents the lowest number of marriages in the past decade, driven by a declining marriage trend in Indonesia since 2012, which was the peak year in that period. This study aims to examine the marriage dataset in Banjar Regency, focusing on the relationship between the number of marriages, educational background, and the age of the bride and groom using Exploratory Data Analysis (EDA) and machine learning. The results show a strong correlation, with values ranging from 0.99 to 1, between the number of marriages, age, and education levels of the couples. The highest marriage rates were observed among individuals aged 21–30 with a senior high school (SLTA) education level. These findings highlight the importance of Exploratory Data Analysis (EDA) in understanding social patterns through statistical data analysis.Keywords: exploratory data analysis; machine learning; marriage; supervised learning; python.