Treffer: Pengembangan Application Programming Interface (API) Aplikasi Pendeteksi Penyakit Tanaman Menggunakan Metode DevOps

Title:
Pengembangan Application Programming Interface (API) Aplikasi Pendeteksi Penyakit Tanaman Menggunakan Metode DevOps
Publisher Information:
2025-05-07
Document Type:
E-Ressource Electronic Resource
Availability:
Open access content. Open access content
Note:
pdf
pdf
pdf
pdf
pdf
pdf
pdf
pdf
pdf
pdf
id
id
English
id
id
id
id
English
id
id
Other Numbers:
IDUJS oai:repository.unsoed.ac.id:33500
FAQIHUDDIN, Bagus Syafiq (2025) Pengembangan Application Programming Interface (API) Aplikasi Pendeteksi Penyakit Tanaman Menggunakan Metode DevOps. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
1525701347
Contributing Source:
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
From OAIster®, provided by the OCLC Cooperative.
Accession Number:
edsoai.on1525701347
Database:
OAIster

Weitere Informationen

Penelitian ini mengkaji penerapan metodologi DevOps dalam pengembangan Application Programming Interface (API) untuk aplikasi pendeteksi penyakit tanaman berbasis kecerdasan buatan. DevOps dipilih sebagai pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan dalam integrasi, deployment, dan monitoring API yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengembangan backend yang efisien dan berkelanjutan. Implementasi mencakup empat pilar utama DevOps: Continuous Development, Continuous Integration, Continuous Deployment, dan Continuous Monitoring, dengan dukungan GitHub Actions sebagai sistem otomasi pipeline dan Docker pada platform cloud DigitalOcean. Penelitian ini menghasilkan arsitektur modular RESTful API yang mencakup lima fitur utama: autentikasi, manajemen pengguna, prediksi penyakit tanaman, riwayat prediksi, dan fitur berbagi. Backend dikembangkan menggunakan Node.js dan Express, sedangkan pengolahan model dilakukan menggunakan Python dan Flask. Pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan deployment sebesar 95,65% (22 dari 23), dengan waktu eksekusi pipeline antara 42 hingga 152 detik. Monitoring menunjukkan performa sistem yang stabil, meskipun ditemukan beberapa kebutuhan optimalisasi pada fitur manajemen pengguna dan riwayat. Hasil penelitian membuktikan bahwa pendekatan DevOps efektif diterapkan bahkan oleh pengembang individu dalam konteks proyek berskala kecil hingga menengah. Pendekatan ini meningkatkan kecepatan pengembangan, keandalan sistem, serta efisiensi kolaborasi antar tim pengembang.